DESKRIPSI KONSEP GEOGRAFI DESA SANDA


Dalam mendeskripsikan daerah Daerah Sanda dapat menggunakan 10 konsep esensial geografi yaitu:
1.      Konsep lokasi
Dipandang dari lokasi relatif, daerah desa Sanda terletak di kecamataan Pupuan, kabupaten Tabanan. Desa Sanda memiliki batas-batas sebagai berikut:
Utara     : Desa Batungsel
Timur    :  Gunung Watukaru
Selatan  :  Desa Belimbing
Barat     : Desa Jelijih-Punggang

2.      Konsep jarak
Daerah desa Sanda dapat ± 30 Km dari kota Tabanan, dan dari kota Singaraja jarak desa Sanda ± 60 Km.
3.      Konsep keterjangkauan
Untuk menuju dari Singaraja ataupun dari Tabanan dapat dijangkau melalui jalan raya jalur Singaraja-Seririt-Denpasar. Jalan yang ada merupakan jalan provinsi jadi cukup bagus dan terawat. Sehingga mudah untuk dilalui, dan waktu untuk menuju desa Sanda relative cepat.
4.      Konsep Pola
Dilihat dari pola permukiman penduduk di desa Sanda tergolong memusat, karena untuk lokasi permukiman berada di lereng yang landai. Namun sebagian kecil menyebar karena permukiman penduduk berada di lahan pertanian milik penduduk setempat.
5.      Konsep Morfologi
Di desa Sanda dominasi oleh bentukan lahan fluvial yang memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
a)      Terjadi erosi, di desa Sanda pada bagian hulu terdapat pola aliran radial sentrifugal karena sungai Balian menuruni lereng gunung Watukaru, menyebabkan sungai pada bagian hulu terkikis secara horizontal karena sungai masih berbentuk V (masih terdapat vegetasi pada pinggir sungai).
b)      Transportasi hasil erosi, hasil erosi sungai Balian terangkut menuju hilir , besar kecilnya erosi yang terangkut tergantung dari cuaca , saat musim hujan erosi yang terangkut menuju hilir sangat besar, begitupula sebaliknya, saat musim kemaru erosi yang terangkut sangat kecil.
c)      Daerah sedimentasi, desa sanda pada bagian hilir merupakan dataran alluvial dimana terdapat endapan dari hasil erosi sungai Balian. Karena adanya sedimentasi ini pada bagian hilir terdapat persawahan.
Namun pada bagian hulu sungai Balian dipenuhi oleh perkebunan kopi karena debit air kecil dan tidak mendukung sebagai lahan persawahan.
Kalau dilihat dari kemiringan lereng, desa Sanda pada umumnya tergolong bergelombang (8-15%), dan sebagian kecil tergolong landai (2-8%).
6.      Konsep aglomerasi
Pemusatan penduduk dikarenakan memiliki mata pencaharian yang sama sebagai petani sawah maupun petani pemilik kebun kopi, dan penduduk setempat memilih daerah yang landai sebagai temmpat bermukim, digunakan sebagai tempat berdagang sepanjang jalan raya dan jasa lain seperti bengkel, tempat penggilingan padi, dan sebagainya.
7.      Konsep Nilai kegunaan
Potensi desa Sanda adalah sebagai tempat penghasil kopi, karena didominasi oleh perkebunan kopi milik penduduk setempat, persawahan, penghasil kayu gelondongan ataupun balok kayu yang diambil dari kebun penduduk.
8.      Konsep interelasi dan interdependensi
Dearah desa Sanda merupakan daerah yang memiki interelasi dan interdependensi yang kuat dengan daerah lainnya. Dengan pemasaran hasil pertanian  ke daerah sekitarnya, seperti desa Pupuan, Pujungan, dan daerah Kota Tabanan. Dibidang pemasaran hasil kayu gelondongan maupun kayu balok ke daerah perkotaan seperti Tabanan maupun Denpasar, Selain itu sudah dibangun pabrik pupuk organik di pinngir jalan yang berbatasan dengan desa Belimbing, yang kini memerlukan tenaga cukup banyak,  yang sekarang pekerjanya sebagian besar dari desa Sanda dan sebagian kecil dari desa tetangga.


9.      Konsep diferensiasi areal
Dilihat dari potensi yang dimiliki wilayah desa Sanda berupa penghasil kopi terbesar menyamai daerah sekitar kecamatan pupuan, memilki perbedaan dengan potensi yang dimiliki di daerah perkotaan atau daerah sepanjang selemadeg sampai dengan kota Tabanan yang mana masih banyak terdapat persawahan, industry-industri, pertokoan, perkantoran, dan sebagainya.  
10.  Konsep keterkaitan keruangan
Pengaruh dari adanya sungai Balian berpengaruh terhadap sawah yang ada di desa Sanda, dengan adanya sawah tersebut irigasi di desa Sanda menjadi lancar, selain itu pengaruh dari adanya gunung watukaru yang sebagai sumber material tanah yang subur dan cocok sebagai perkebunan kopi. Sehingga desa sanda memiliki persebaran fenomena alam yang dapat dimanfaatkan oleh daerah lainnya.
Potensi desa yang perlu dikembangkan:
1.      Obyek wisata alamnya, misalkan perlu dibuat agrowisata karena disamping sebagai penghasil kopi dan beras. Di daerah desa Sanda perlu dibuat tempat budidaya buah-buahan, tanaman keras lainnya(cengkeh, vanili, pala, merica) tanaman obat-obatan dan sebagainya.
2.      Pembudidayaan hutan rakyat, dengan menanam kayu jenis kempinis, cepaka, sengon, kejimas, dan sebagainya, kayu ini dipelihara di perkebunan rakyat dengan cara system pagar( ditanam dekat jalan atau di pinggir sungai). Setelah cukup umur kayu ditebang untuk di jual di pasaran.
Perencanaan tata ruang yang cocok:
1.      Perencanaan  tata ruang yang cocok di daerah desa Sanda dalah perencanaan pembuatan pabrik penggilingan kopi dan pabrik pembuatan serbuk kopi, tempat pemasokan, dan pemasaran hasil pertanian lainnya. Dengan adanya perencaan tata ruang tersebut maka pengolahan hasil pertanian yang merupakan penghasilan penduduk di desa Sanda bisa terkelola dengan baik dan mampu menyerap tenaga kerja. Sehingga pendapatan penduduk dapat bertambah.

Komentar